SUHU AIR DAN UDARA NAIK , SERAPAN KARBONDIOKSIDA MELAMBAT
Pada saat kemampuan laut dan tanah untuk menyerap gas rumah kaca diekivalenkan dengan gas karbon melemah emisi karbon ke atmosfer meningkat . Akibatnya suhu bumi semakin naik karena lapisan karbon di atmosfer semakin tebal
Laporan ilmiah yag dimuat dalam jurnal The Nature kamis(14/7) menyebutkan lebih dari 50 tahun terakgir peningkatan jumlah karbon dioksida telah mempercepat pelepasan gas metana dan nitro oksida dari tanah . Efektivitas gas metana dalam menahan radiasi panas matahari 25 kali lipat dibandingkan dengan karbondioksida sementara efektivitas nitro oksida 300 kali lipat dari krbondioksida. dari umpan balik seperti ini tampak alam tadak efisien untuk memperlambat proses pemanasan global seperti yang kita pikirkan ." kata Kess Jan Van Groenigen profesor dari Trinity College Dublin , Irlandia.
Dari sejumlah penelitian sebelumnya peningkatan konsentrasi gas karbondioksida di atmosfer menghasilkan kesimpulan berbeda beda terhadap kapasitas permukaan yang berbeda misalnya hutan , padang rumput , gambut atau lahan pertanian . Di satu tempat bisa meningkatkan penyerapan , sementara di permukaan lain bisa meningkatkan emisi dari dua gas rumah kaca metana dan nitro oksida.
MENINGKATKAN PELEPASAN
Pengkajian ulang pada 49 penelitian serupa oleh Van Groenigen dan timnya menghasilkan kesimpulan peningkatan karbondioksida akan meningkatkan pelepasan nitro oksida pada semua tanah . Adapun pada permukaan saah dan gambut pelepasan gas metana meningkat. hal tersebut terjadi akibat hadirnya organisme mikroskopik pada kedua jenis tanah permukaan yang mengambil karbondioksida dan menghasilkan metana saat bernapas . jika kalkulasi itu benar , pendapat bahwa tanaman yang cepat tumbuh akan mengurangi krbondioksida harus direvisi . sebaliknya penyerapan karbondioksida oleh tanaman harus dikecilkan menjadi seperlimanya. dengan memandang secara berlebihan pada peran dua gas rumah kaca itu penelitian penelitian sebelumnya telah melebih lebihkan potensi ekosistem untuk tujuan mitigasi efek rumah kaca kata Van Groenigen .
pada terbitan The Nature Minggu (10/7) sejumlah ilmuwan Amerika Serikat menemukan bukti bahwa pemanasan global telah mengurangi kemampuan laut untuk menyerap karbondioksida.Lautan rata-rata menyerap sepertiga emisi karbon yang dilepaskan manusia. Nmun fungsi "spons" saat terjadi peningkatan konsentrasi karbondioksida belum bisa dipastikan . Data yang ada secara geografis belum memedai . Selain itu belum ada data jangka panjang
KENAIKAN SUHU
Tim penelita yang dipimpin profesor Galen McKinley dari Universitas Wisconsin di Mdison AS , baru mengamati wilayah atlantik utara selama tiga dekade . Mereka mendapatkan bahwa kenaikan temperatur air dan udara memperlambat penyerapan gas karbon di laut pada zona sub tropis.
" Laut menyerap karbon lebih sedikit karena pemanasan oleh karbon di atmosfer. , " kata McKinley. Sebelumnya para ahli berpendapat hilangnya kemampuan menyerap karbon oleh laut meningkat lebih cepat dari pada kandungan karbon di atmosfer . pernyataan itu terbukti tidak benar sebab kemampuan menyerap karbon oleh laut ternyata melemah tanpa da tanda -tanda tersebut.
yang lebih mungkin adalah bahwa sistem laut akan menjaga keseimbangan konsentrasi karbon di laut dan atmosfer tanpa harus menyerap lebih banyak karbon karena di saat bersamaan keduanya menjadi lebih panas " kata dia. McKinley mengatakan air hangat tidak mengandung karbondioksida sebanyak air yang lebih dingin . Oleh karena itu ketika air laut menghangat kemampuan serap laut terhadap gas karbondioksida berkurang ( AP/ISW)
SUMBER : KOMPAS , SABTU 16 JULI 2011
Pada saat kemampuan laut dan tanah untuk menyerap gas rumah kaca diekivalenkan dengan gas karbon melemah emisi karbon ke atmosfer meningkat . Akibatnya suhu bumi semakin naik karena lapisan karbon di atmosfer semakin tebal
Laporan ilmiah yag dimuat dalam jurnal The Nature kamis(14/7) menyebutkan lebih dari 50 tahun terakgir peningkatan jumlah karbon dioksida telah mempercepat pelepasan gas metana dan nitro oksida dari tanah . Efektivitas gas metana dalam menahan radiasi panas matahari 25 kali lipat dibandingkan dengan karbondioksida sementara efektivitas nitro oksida 300 kali lipat dari krbondioksida. dari umpan balik seperti ini tampak alam tadak efisien untuk memperlambat proses pemanasan global seperti yang kita pikirkan ." kata Kess Jan Van Groenigen profesor dari Trinity College Dublin , Irlandia.
Dari sejumlah penelitian sebelumnya peningkatan konsentrasi gas karbondioksida di atmosfer menghasilkan kesimpulan berbeda beda terhadap kapasitas permukaan yang berbeda misalnya hutan , padang rumput , gambut atau lahan pertanian . Di satu tempat bisa meningkatkan penyerapan , sementara di permukaan lain bisa meningkatkan emisi dari dua gas rumah kaca metana dan nitro oksida.
MENINGKATKAN PELEPASAN
Pengkajian ulang pada 49 penelitian serupa oleh Van Groenigen dan timnya menghasilkan kesimpulan peningkatan karbondioksida akan meningkatkan pelepasan nitro oksida pada semua tanah . Adapun pada permukaan saah dan gambut pelepasan gas metana meningkat. hal tersebut terjadi akibat hadirnya organisme mikroskopik pada kedua jenis tanah permukaan yang mengambil karbondioksida dan menghasilkan metana saat bernapas . jika kalkulasi itu benar , pendapat bahwa tanaman yang cepat tumbuh akan mengurangi krbondioksida harus direvisi . sebaliknya penyerapan karbondioksida oleh tanaman harus dikecilkan menjadi seperlimanya. dengan memandang secara berlebihan pada peran dua gas rumah kaca itu penelitian penelitian sebelumnya telah melebih lebihkan potensi ekosistem untuk tujuan mitigasi efek rumah kaca kata Van Groenigen .
pada terbitan The Nature Minggu (10/7) sejumlah ilmuwan Amerika Serikat menemukan bukti bahwa pemanasan global telah mengurangi kemampuan laut untuk menyerap karbondioksida.Lautan rata-rata menyerap sepertiga emisi karbon yang dilepaskan manusia. Nmun fungsi "spons" saat terjadi peningkatan konsentrasi karbondioksida belum bisa dipastikan . Data yang ada secara geografis belum memedai . Selain itu belum ada data jangka panjang
KENAIKAN SUHU
Tim penelita yang dipimpin profesor Galen McKinley dari Universitas Wisconsin di Mdison AS , baru mengamati wilayah atlantik utara selama tiga dekade . Mereka mendapatkan bahwa kenaikan temperatur air dan udara memperlambat penyerapan gas karbon di laut pada zona sub tropis.
" Laut menyerap karbon lebih sedikit karena pemanasan oleh karbon di atmosfer. , " kata McKinley. Sebelumnya para ahli berpendapat hilangnya kemampuan menyerap karbon oleh laut meningkat lebih cepat dari pada kandungan karbon di atmosfer . pernyataan itu terbukti tidak benar sebab kemampuan menyerap karbon oleh laut ternyata melemah tanpa da tanda -tanda tersebut.
yang lebih mungkin adalah bahwa sistem laut akan menjaga keseimbangan konsentrasi karbon di laut dan atmosfer tanpa harus menyerap lebih banyak karbon karena di saat bersamaan keduanya menjadi lebih panas " kata dia. McKinley mengatakan air hangat tidak mengandung karbondioksida sebanyak air yang lebih dingin . Oleh karena itu ketika air laut menghangat kemampuan serap laut terhadap gas karbondioksida berkurang ( AP/ISW)
SUMBER : KOMPAS , SABTU 16 JULI 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar