Sabtu, 10 September 2011

Kolom Kromatografi Cairan


Ahli kimia kadang kadang harus memisahkan dan mengidentifikasi macam macam komponen yang terdapat dalam suatu campuran  kimia. Salah satu alat penting dalam menganalisis pekerjaan ini adalah teknik atau serangkaian teknik yang disebut kromatografi . Nama kromatografi berasal dari dua kata Yunani yang berarti merekam warna . dalam kromatografi terdahulu oleh botanis Rusia Michael Tswett pada dekade pertama abad XX , macam macam komponen  dipisahkan sebagai pigmen yang berbeda . Maka nama kromatografi diberikan untuk teknik tswett itu . Dalam kromatografi modern jenis tertentu seperti akan kita lihat komponen komponen tidak dibedakan berdasarkan warna.
Dasar kromatografi adalah migrasi diferensial yaitu aliran molekul dengan kecepatan yang berbeda  dari suatu titik permulaan Contoh yang harus dianalisis berada dalam fase yang bergerak . ini dapat berbentuk gas atau cairan .Zat itu dialirkan melalui suatu medium yang tidak bergerak . Medium ini boleh berupa zat padat atau zat cair yang terikat oleh zat padat . Karena masing masing komponen dalam contoh itu mengalir dengan kecepatan berbeda melalui medium diam tersebut , komponen komponen dapat dipisahkan secara efektif yang satu dari yang lain . Kromatografi banyak macamnya ada tiga tipe yang paling penting yaitu kromatografi kolom cairan , kromaatografi kertas , kromatografi uap atau disebut kromatografi gas .
Di sini akan dibicarakan kromatografi kolom cairan
Untuk analisis kimia tipe ini sebuak kolon khusus dibuat . Kolom itu tediri dar isebuah tabung gelas dengan sebuah lempeng berpori pori yang dipasang di bagian bawah dan diisi dengan zat padat berbentuk bubuk secara khusus biasanya silika gel atau alumina. Kedua zat padat ini mempunyai kemampuan penyerapan besar. Keduanya mampu menyerap air sebanyak 70 % dari beratnya tanpa keliatan basah. Yang dimasukkan dengan absorbsi ialah melekatnya atom , ion , atau molekul molekul pada permukaan suatu zat padat sehingga membentuk suatu lapisan tipis. Lapisan ini kadang kadang tidak lebih tebal  dari satu molekul . Silika gel atau alumina yang digunakan dalam tabung mula mula dimurnikan dengan hati – hati kemudian dikeringkan . Selanjutnya dicampur dengan  sekitar 50% alkohol dan air . Cairan itu diadsorbsi di atas permukaaan bubuk yang kemudian dimasukkan ke dalam tabung gelas . Alkohol atau air yang teradsorbsi oleh silika gel atau alumina itu disebut cairan stasioner . kita dapat pula menyebutnya fase stasioner.
Contoh yang harus dianalisis , dilaarutkan dalam suatu cairan yang tidak bercampur dengan cairan stasioner itu . sebagian dari larutan contoh kemudian diteteskan ke dalam kolom dan dibiarkan mengalir melslui cairan stasioner , komponen tertentu dari campuran contoh yang paling larut dalam cairan stasioner  akan terikat lebih dekat ke puncak kolom . Komponen yang kurang larut akan terbawa turun oleh larutan yang mengalir  dan akan terikat lebih dekat ke dasar kolom . Biasanya perlu ditambahkan lebih benyak lagi larutan contoh untuk mencapai pemisahan  komponen yang sempurna .
Dengan cara ini campuran contoh dapat dipisahkan menjadi serangkaian lapisan pita , bergerak ke bawah kolom dengan kecepatan berbeda beda . Bila pita pita itu tidak diwarnai kadang kadang dapat terlihat dengan menambahkan  indikator yang cocok .Bila kita terus menambahkan larutan contoh kedalam kolom , lapisan pita itu dapat tercuci dari kolom dan dikumpulkan secara tersendiri
Proses pemisahan campuran ke dalam serangkaian lapisan pita  pada kolom dikenal sebagai pengembangan . Pola lapisan yang terjadi disebut kromatogram. Prosedur pencucian lapisan itu dari kolom disebut elusi. Contoh penggunaan kromatografi kolom cairan adalah pemisahan campuran asam organik . Dalam hsl ini silika gel dipakai sebagai bubuk padatnya . Metanol yang trserap pada permukaan silika gel adalah cairan dalam fase stasioner . asm –asam yang dianalisis dilarutkan dalam eter minyak tanah . Larutan contoh dituang ke atas kolom dan eter minyak tanah ditambahkan lambat lambat untuk mengembangkan kromatogram . Lapisan pita dapat kelihatan dengan menggunaka indikator seperti brom kresal  hijau . Bila elusi macam – macam lapisan dikehendaki , lebih banyak lagi eter minyak tanah harus diteteskan ke dalam kolom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar