ARGUMENTASI
Berpikir logis dan menggunakan fakta yang kita peroleh
dalam kehidupan sering kita harus berargumentasi , misalnya
berdiskusi dengan teman –teman tentang
sebuah masalah . mempertahankan pendapat dan usul dalam rapat . juga pada waktu
membuat tulisan ilmiah mahasiswa harus mempertahankan tesisnya dengan
argumentasi yang kuat.
Dengan argumentasi kita berusaha menyusun dan mengatur fakta demikian
rupa sehingga kita dapat menunjukkan bahwa sebuah pendapat atau cara dpat
dibenerkan atau tidak .
Berargumentasi itu merupakan semacam bentuk komunikasi . maka seperti
halnya dalam berkomunikasi biasa dalam berargumentasi pun kita tidak boleh
secara tegas mempertahankan sesuatu , apalagi setelah nyata bahwa alasan dan
bukti yang kita kemukakan tidak kuat . dalam berdiskusi dan berargumentasi kita
harus bersedia mempertimbangkan pandangan dan pendapat orang lain yang
berbeda dengan pendapat kita sendiri .
dalam berdiskusi kita memang bertukar pikiran dan mengadu argumentasi . hanya
argumentasi yang didukung oleh fakta dan
bukti yang kuat yang dapat menang . faktor subyektif hendaknya kita jauhkan .
Betapa orang mengadu argumentasi untuk menegakkan kebenaran dan
keadilan , dapat kita lihat perdebatan antara jaksa dan pembela dalam sidang
pengadilan .Supaya kita berargumentasi dengan baik maka kita harus :
o
Berpikir kritis dan logis
o Menjauhkan
emosi dan subyektivitas
o Mampu
mencari , mengumpulkan , menilai dan memilih fakta yang sesuai dengan tujuan
kita serta merangkaikannya hingga dapat kita
menarik kesimpulan yang sukar dibantah kebenarannya.
MENILAI BAHAN
Bahan argmentasi yang berupa fakta , angka – angka, grafik , pendapat
orang dan sebagainya , harus kita nilai sungguh-sungguh supaya dapat kita
pertanggungjawabkan . Fakta dapat dinilai berdasarkan pengamatan . jika tidak
dapat mengamati sendiri , dpat kita mengutarakan kesaksian orang lain yang
dapat kita percayai . kepercayaan itu berdasarkan :
1.
Orang itu ahli dalam bidangnya
2. Orang
itu mempunyai wewenang ubtuk berbuat seperti itu karena kedudukannya atau
karena tugasnya
3.
Desas desus atau kesaksian dari tangan kedua tidak dapat kita terima .
maka untuk memelihara kepercayaan pembaca , bahwa kita bertindak teliti , nama
orang yang memberi kesaksian , kapan diberikan , nama buku yang memuatnya ,
pada halaman berapa dan sebagainya harus kita tulis juga . sumber
kesaksian itu harus kita tuliskan .
Lemahnya argumentasi yang menyebutkan fakta dengan “ kata orang . . .”
“ menurut cerita yang kami dengar . . .”
“ beberapa orang beranggapan bahwa . . .”
Lain dari pada fakta sering pula kita mengutip pendapat orang . tentu
bukan sembarang pendapat , melainkan pendapat berdasarkan pemikiran dan
penelitian . dan orang itu harus memenuhi kedua persyaratan tersebut di
atas
Dalam meneliti dan memilih
pendapat orang ini hendaknya kita berhati – hati . sebab orang yang kita anggap
ahli dan berwenang pun sering berbeda pendapat . di sinilah letak kemahiran
kita memilih dan dengan demikian memperkuat argumentasi kita.
MENGARANG – ARGUMENTASI
Penalaran dalam membuat kesimpulan
Dalam argumentasi kita ingin membuktikan bahwa sesuatu itu benar atau
sesuatu itu salah hingga perlu kita ubah . alasan yang kita kemukakan harus
masuk akal , supaya orang dapat menerimanya , maka data yang telah kita kumpulkan
kita pilih mana yang sesuai dengan tujuan kita . data yang telah terpilih itu
kita hubung – hubungkan sehingga dapat kita menarik kesimpulan atau kita dapat
menetapkan pendapat .
Supaya kesimpulan kita itu benar cara kita menghubung-hubungkan data tidak
boleh sembarangan . kita harus bekerja dengan cermat , mengikuti jalan pikiran
yag logis . dengan kata- kata lain , kita bekerja dengan penalaran yang sehat .
penelaran yang salah akan menuntun kita pada kesimpulan atau pendapat yang
salah pula . oleh karena itu perlu kita berlatih diri menggunakan penalaran
yang benar dan mempelajari serta menghindari apa saja yang dapat menyebabkan
kita melakukan penalaran yang salah .
(penalaran = menghubung – hubungkan data hingga kita sampai kepada
kesimpulan atau pendapat )
Induksi
Penalaran yang menunun kita kepada kesimpulan dan pendapat dapat kita
bagi ke dalam dua macam yaitu induksi dan
deduksi . dalam induksi kita mulai dengan menyebutkan peristiwa yang
khusus untuk menuju kepada kesimpulan yang umum
yang mencakup semua peristiwa khusus di atas, diagramnya sbb :
|
||||||
|
|
|||||
|
||||||
Contoh induksi :
Setelah karangan anak – anak
kelas 3 diperiksa ternyata ali ,
toto , alex , dan burhan mendapay nilai 8 . anak – anak yang lain mendapat
nilai 7 . hanya maman yamh 6 , dan tida
seorang pun mendapat nilai kurang . boleh dikatakan anak kelas 3 cukup pandai
mengarang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar