Sabtu, 17 September 2011

ARGUMENTASI EPISODE 3


ARGUMENTASI
Berpikir logis dan menggunakan fakta yang kita peroleh
dalam kehidupan sering kita harus berargumentasi , misalnya berdiskusi  dengan teman –teman tentang sebuah masalah . mempertahankan pendapat dan usul dalam rapat . juga pada waktu membuat tulisan ilmiah mahasiswa harus mempertahankan tesisnya dengan argumentasi yang kuat.
Dengan argumentasi kita berusaha menyusun dan mengatur fakta demikian rupa sehingga kita dapat menunjukkan bahwa sebuah pendapat atau cara dpat dibenerkan atau tidak .
Berargumentasi itu merupakan semacam bentuk komunikasi . maka seperti halnya dalam berkomunikasi biasa dalam berargumentasi pun kita tidak boleh secara tegas mempertahankan sesuatu , apalagi setelah nyata bahwa alasan dan bukti yang kita kemukakan tidak kuat . dalam berdiskusi dan berargumentasi kita harus bersedia mempertimbangkan pandangan dan pendapat orang lain yang berbeda  dengan pendapat kita sendiri . dalam berdiskusi kita memang bertukar pikiran dan mengadu argumentasi . hanya argumentasi yang didukung  oleh fakta dan bukti yang kuat yang dapat menang . faktor subyektif hendaknya kita jauhkan .
Betapa orang mengadu argumentasi untuk menegakkan kebenaran dan keadilan , dapat kita lihat perdebatan antara jaksa dan pembela dalam sidang pengadilan .Supaya kita berargumentasi dengan baik maka kita harus :
o   Berpikir kritis dan logis
o   Menjauhkan emosi dan subyektivitas
o   Mampu mencari , mengumpulkan , menilai dan memilih fakta yang sesuai dengan tujuan kita serta merangkaikannya hingga dapat kita  menarik kesimpulan yang sukar dibantah kebenarannya.

MENILAI BAHAN
Bahan argmentasi yang berupa fakta , angka – angka, grafik , pendapat orang dan sebagainya , harus kita nilai sungguh-sungguh supaya dapat kita pertanggungjawabkan . Fakta dapat dinilai berdasarkan pengamatan . jika tidak dapat mengamati sendiri , dpat kita mengutarakan kesaksian orang lain yang dapat kita percayai . kepercayaan itu berdasarkan :

1.       Orang itu ahli dalam bidangnya
2.       Orang itu mempunyai wewenang ubtuk berbuat seperti itu karena kedudukannya atau karena tugasnya
3.        
Desas desus atau kesaksian dari tangan kedua tidak dapat kita terima . maka untuk memelihara kepercayaan pembaca , bahwa kita bertindak teliti , nama orang yang memberi kesaksian , kapan diberikan , nama buku yang memuatnya , pada halaman berapa dan sebagainya harus kita tulis juga . sumber kesaksian  itu harus kita tuliskan .
Lemahnya argumentasi yang menyebutkan fakta dengan “ kata orang . . .”
“ menurut cerita yang kami dengar . . .”
“ beberapa orang beranggapan bahwa . . .”
Lain dari pada fakta sering pula kita mengutip pendapat orang . tentu bukan sembarang pendapat , melainkan pendapat berdasarkan pemikiran dan penelitian . dan orang itu harus memenuhi kedua persyaratan tersebut di atas 
 Dalam meneliti dan memilih pendapat orang ini hendaknya kita berhati – hati . sebab orang yang kita anggap ahli dan berwenang pun sering berbeda pendapat . di sinilah letak kemahiran kita memilih dan dengan demikian memperkuat argumentasi kita.

MENGARANG – ARGUMENTASI

Penalaran dalam membuat kesimpulan

Dalam argumentasi kita ingin membuktikan bahwa sesuatu itu benar atau sesuatu itu salah hingga perlu kita ubah . alasan yang kita kemukakan harus masuk akal , supaya orang dapat menerimanya , maka data yang telah kita kumpulkan kita pilih mana yang sesuai dengan tujuan kita . data yang telah terpilih itu kita hubung – hubungkan sehingga dapat kita menarik kesimpulan atau kita dapat menetapkan pendapat .
Supaya kesimpulan kita itu benar cara kita menghubung-hubungkan data   tidak boleh sembarangan . kita harus bekerja dengan cermat , mengikuti jalan pikiran yag logis . dengan kata- kata lain , kita bekerja dengan penalaran yang sehat . penelaran yang salah akan menuntun kita pada kesimpulan atau pendapat yang salah pula . oleh karena itu perlu kita berlatih diri menggunakan penalaran yang benar dan mempelajari serta menghindari apa saja yang dapat menyebabkan kita melakukan penalaran yang salah .
(penalaran = menghubung – hubungkan data hingga kita sampai kepada kesimpulan atau pendapat )

Induksi
Penalaran yang menunun kita kepada kesimpulan dan pendapat dapat kita bagi ke dalam dua macam yaitu induksi dan  deduksi . dalam induksi kita mulai dengan menyebutkan peristiwa yang khusus untuk menuju kepada kesimpulan yang umum  yang mencakup semua peristiwa khusus di atas, diagramnya sbb :










khusus
 




khusus
 


UMUM
 








khusus
 

 











Contoh induksi :
Setelah karangan anak – anak  kelas 3 diperiksa  ternyata ali , toto , alex , dan burhan mendapay nilai 8 . anak – anak yang lain mendapat nilai 7 . hanya maman  yamh 6 , dan tida seorang pun mendapat nilai kurang . boleh dikatakan anak kelas 3 cukup pandai mengarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar